Komunis-Kapitalis Ancam Keutuhan Bangsa



PACET- Wakil Ketua Komisi 8 DPR-RI, Deding Ishak mengaku, Indonesia pun harus waspada dengan ancaman munculnya paham komunis dan kapitalis. Politikus  Fraksi Partai Golkar Dapil Cianjur-Kota Bogor ini menuturkan, tantangan ke depan bangsa ini bukan hanya fisik yang harus dipersiapkan, akan tetapi masuknya berbagai ideologi yang menyimpang.

"Fakta saat ini ideologi komunis dan kapitalis kerap membahayakan bangsa Indonesia. Makanya, empat pilar kebangsaan meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika harus senantiasa dipegang dengan teguh," jelasnya usai melakukan sosialisasi Empat Pilar di Wisma Sinar Kasih, Pacet.

Diakuinya, paham komunis dan kapitalis itu tak lantas hilang sejak perang dunia kedua beberapa tahun silam. Akan tetapi kedua paham berbahaya itu malah kembali masuk ke negara Indonesia. "Jelas ini mengancam keutuhan bangsa kita," tuturnya.

Penyebaran ajaran itu pun begitu terbuka, bisa dilihat dari media sosial paham menyimpang itu kerap menjadi buah bibir akhir-akhir ini. Tentunya ini merusak tatanan NKRI, dan menjadi sebuah ancaman. "Reformasi malah menuai masalah, ternyata dengan kemajuan informasi dan otonomi daerah yang diberikan kebebasan. Malah jadi kebablasan, masyarakat tidak bisa saling menghargai dan tidak memiliki tatakrama. Jelas ini tak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," tegasnya.

Diakuinya, dengan terbukanya keran reformasi itu kita malah bukan lebih baik. Jelas ini merupakan tantangan berat bagi Bangsa Indonesia. "Berbagai kebijakan orde baru banyak yang dihilangkan. Namun kini MPR/DPR RI akan kembali menyusun Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Karena selama ini dianggap ada yang salah dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, GBHN pun dianggap mampu mencegah dan menangkal paham-paham yang bertentangan dengan empat pilar," tegasnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, dirinya sengaja melakukan sosialisasi kepada masyarakat, salah satunya yang dilakukan kepada para penggiat sosial. "Mereka strategis dan diharapkan bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat. PKH, Kube, dan penggiat sosial merupakan ujung tombak pemerintah karena bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujarnya.

Danramil Pacet, Kapten Lagimin mengaku, selama ini TNI tetap disiplin dan menjaga keutuhan NKRI. Namun, faham komunis yang memang mulai perlahan masuk ke tanah air ini memang membahayakan. "Kita senantiasa akan menegakan aturan, jika ada bendera atau simbol jelas kita akan melaporkan kepada pimpinan. Dan jika ada  gejolak yang terjadi kita akan lakukan tindakan tegas," ujarnya.

Menurutnya, jika TNI melakukan tindakan sepihak nanti salah - salah bisa tersandung HAM. Pihaknya akan senantiasa bersinergi dengan petugas kepolisian. "Paham komunis itu tidak boleh ada di negara kita dan tak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Komunis ini bisa membuat negara kita hancur," tegasnya.

Makanya, butuh peran serta semua pihak jika ada warga yang menemukan adanya komunis bisa melaporkan kepada petugas TNI/Polri. "Tentara akan berantas habis jika komunis kembali muncul dan bergejolak. Jangan sampai malah memperkeruh suasana, dan saya harapkan masyarakat bisa waspada dengan bahaya komunis ini," tukasnya. (fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top