Pendidikan Jabar Target Rangking 5 Nasional


 BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitment untuk terus mendorong mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menargetkan tingkat pendidikan di Jawa Barat bisa meningkat dan mencapai hingga rangking 5 besar nasional.
“Tahun 2008 rangking pendidikan Jabar, mencapai 32 persen, itu terus kita dorong, sehingga tahun 2016 rangkingnya mencapai 11 dari 34 provinsi, artinya ada kemajuan cukup signifikan. Kedepan kita terus dorong mutu kualitas pendidikan di Jabar, targetnya bisa mencapai hingga 5 persen,” jelas Ahmad Heryawan, di sela acara Pengukuhan Kepala SMA/SMK Negeri Se Jawa Barat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di gedung pusdai, Selasa (14/2/2017).
Dikatakanya, mutu dan kualitas pendidikan harus terus dikembangkan, terlebih hal itu pun mendorong angka partisipasi pendidikan.
“Dulu itu jumlah murid slta hanya mencapai 800 orang sekarang sudah mencapai 1,85 juta murid slta di jabar,” katanya.
Dikatakan Ahmad Heryawan, saat ini pengelolaan SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi Jawa Barat. Padahal sebelumnya pihaknya sempat mengalami ketidak pastian pada proses alih kelola tersebut.
“Ternyata dibulan Desember kebijakan itu jadi, pada saat itu masih simpang siur, tapi sebagai pejabat negara dibawah pemerintah pusat, maka apapun yang terjadi harus dilakukan sesuai uu yang menaunginya. Situasi luar biasa hebatnya, tapi itu bisa dilakukan. Pemindahan ke provinsi, tentu berdasarkan evaluasi,” katanya.
Pada dasarnya, lanjut Ahmad Heryawan, pihaknya mengharapkan kualitas pendidikan yang baik dan merata. Sehingga hal itu bisa mendorong kualitas pendidikan di daerah, khususnya di pelosok.
“Kita ingin menghadirkan kualitas pendidikan yang merata. Fakta dilapangan, ternyata mahasiswa unpad itu 80 persen diisi bandung raya, bekasi dan depok raya. Situasi ini tidak menggembirakan, karena setiap orang memiliki hak yang sama, Oleh karena itu diharapkan pada saat sma smk dikelola provinsi sekat kabupaten kota tidak ada, kebijakan harus seragam,” katanya.
Selain itu lanjutnya, untuk mendorong pemerataan mutu dan kualitas pendidikan di daerah pelosok, maka pihaknya akan melakukan mutasi para guru dan kepala sekolah.
“Jangan heran nanti ada mutasi guru ke daerah pelosok, apa kah gurunya yang dipindahkan kesana, atau guru di daerah pelosok yang akan mendapatkan pelatihan di perkotaan, itu masalah teknis. Yang jelas mutu kualitas harus merata, termasuk yang ada di daerah,” ujarnya. (all)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top