Pendidikan-Kesehatan Sukaresmi Rendah


SUKARESMI-Masyarakat Kecamatan Sukaresmi belum memanfaatkan fungsi fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dampaknya masih banyak anak usia sekolah yang putus sekolah dan tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB).
Camat Sukaresmi, Badru menjelaskan yang menjadi masalah di Sukaresmi bukan mengenai infrastruktur, tapi masyarakat belum maksimal memanfaatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang sudah disediakan pemerintah.
"Fasilitas pendidikan seperti bangunan sekolah dari mulai tingkat dasar hingga menengah atas sudah tersebar namun masyarakat belum memanfaatkannya dengan baik," ujarnya.
Sama halnya dengan fasilitas kesehatan dari mulai Puskesmas, Pustu hingga Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Sehingga dengan tidak dimanfaatkan fasilitas ada berpotensi kasus AKI/AKB.
“Jika dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat, bisa mengurangi anak usia sekolah yang DO dan menekan kasus AKI/AKB yang masih tinggi,” katanya.
Melihat kondisi ini pihaknya bersama Pusbindik Sukaresmi terus melakukan penjaringan jumlah anak yang tidak sekolah sehingga muncul data yang riil.
“Ini tantangan bagi kami, diharapkan para  orang tua bisa sadar pentingnya pendidikan,” ujarnya.
Rencananya pihaknya akan menyediakan mobil cerdas untuk menyasar anak usia sekolah yang tinggal jauh dari lokasi sekolah.
"Dalam sektor kesehatan, kedepannya keberadaan Pokesdes di setiap desa bisa lebih dimanfaatkan secara maksimal dengan mengembangkan rumah singgah untuk menangani masalah persalinan ibu hamil," ujarnya.
Nantinya warga yang jarak rumahnya jauh, bisa tinggal di rumah singgah sambil menunggu proses persalinan. Sehingga bisa menekan kasus AKI dan AKB.
"Rumah singgah di setiap Poskesdes akan dilengkapi dengan fasilitas berupa WC, kamar dan dapur agar penanganan kesehatannya lebih mudah. Kami harapkan upaya ini bisa mendapatkan dukungan berbagai pihak," tukasnya. (fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top