“Sekarang Narkoba, Kemarin Pencabulan”


Kasus serupa ini terulang lagi dan kembali mencoreng pemerintah. Sebeumnya, seorang pejabat dilaporkan melakukan dugaan pencabulan.  Ketua Forum Masyarakat Peduli Cianjur (FMPC) Farid Sandy mengaku sangat menyayangkan Pemda Cianjur yang tak selektif dalam memilah pegawai. Kemudian pemda juga dinilai kurang berperan aktif dalam mengarahkan dan membina moral para pegawainya.

"Sekarang narkoba, kemarin pencabulan. Pegawai di lingkungan pemda adalah cerminan, mereka seharusnya tidak menodai citra pemerintah,” tuturnya.

Farid meminta khususnya badan yang bersangkutan dengan kedisiplinan pegawai untuk bersikap tegas dan mencegah adanya perilaku yang mencoreng nama baik Pemda Cianjur.
"Bupati dan jajarannya harus bekerja keras untuk membina para pegawainya agar tak terlibat dalam hal-hal negatif,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang pejabat di Pemrintah Kabupaten Cianjur Jawa Barat, berinisial HR, ditahan polisi karena diduga mencabuli siswi SMK.
HR tercatat sebagai Kepala Sub Bidang Penghargaan dan Kesejahteraan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur. HR ditahan di Mapolres Cianjur pada Senin (7/11/2016).

Berdasarkan keterangan atasan HR, diketahui antara HR dan siswi tersebut memang mempunyai hubungan pertemanan yang baik, karena siswi tersebut pernah melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan BKPPD.

Kemudian pada Jumat (4/11/2016), siswi yang bersekolah di Kecamatan Pagelaran itu sedang berada di Kecamatan Cianjur, dan mencoba menghubungi HR dengan tujuan meminta pertolongan. Siswi SMK itu meminta tolong karena sudah mengenal HR dengan baik.

“Menurut informasi yang berkembang seperti itu, jadi karena siswi itu meminta dijemput oleh HR, datanglah HR ini. Karena tidak memungkinkan untuk dibawa ke kantor, akhirnya HR membawanya ke suatu tempat di daerah Cipanas. Di sana saya tidak mengetahui apa yang terjadi,” beber Kepala Bidang Pembinaan Disiplin dan Penghargaan, BKPPD Kabupaten Cianjur, Deden Supriyadi.

Saat itu,  Bupati Cianjur, Irvan Rivano memecat HR karena diduga mencabuli siswi SMK yang sedang melakukan praktek kerja lapangan (PKL).
Irvan mengatakan, tindakan tegas itu diambil setelah dilakukan koordinasi antara Kepala BKPPD Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur Agus Indra.


Menurut Irvan, dari hasil koordinasi itu, Pemkab Cianjur memutuskan HR untuk diberhentikan sementara hingga kasus dugaan pencabulan siswi PKL tuntas. “Terlapor sudah diberhentikan dari jabatannya, terkait pelecehan seksual. Karena sudah terbukti melanggar kode etik kepegawaian,” tegas Bupati saat itu.(cr1)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top