Sepuluh Tahun Bertugas, Sukseskan Imlek dan Cap Go Meh




PERAYAAN tahun baru Imlek sudah berlalu lebih kurang dua pekan yang lalu. Budaya yang lekat dengan kaum tionghoa itu mencapai puncaknya pada perayaan Cap Go Meh yang dilangsungkan Selasa (14/2) malam. Dengan pengawalan penuh aparat gabungan mulai dari TNI, Polri, Satpol PP hingga sejumlah ormas, Cap Go Meh tahun ini berlangsung sederhana namun tak menghilangkan kesan sakral dan khidmat di Vihara Bhumi Pharsjia.

Demikian dikatakan karyawan Vihara, Koh Yanyan (56). Tempat sembahyang kaum Konghucu yang berlokasi di Jalan Mangunsarkoro, pusat kota Cianjur tersebut sudah dirawat dan dijaga dengan baik oleh Yanyan kurun waktu sepuluh tahun lamanya. Saat disambangi, Koh Yanyan yang masih memakai celana pendek dan kemeja longgar nampak sibuk beres-beres, bersih-bersih dan memeriksa altar.

"Banyak suka-duka selama sepuluh tahun itu. Ada yang baik, ada juga yang galak, sering marah-marah kalau kerjaan saya kurang memuaskan. Saya kan cuma kerja di sini, kalau ada apa-apa, yang lebih berwenang itu pengurusnya. Saya kerja dari jam 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Setelah itu ada lagi yang tugas menggantikan," aku Yanyan kepada Radar Cianjur, kemarin.

Pria ramah yang rambutnya sudah beruban itu tak segan berbagi kisah singkat soal perjalanan karirnya selama bertugas di Vihara Bhumi Pharsjia. Salah satu peringatan Imlek yang paling berkesan sekaligus melelahkan baginya adalah Imlek dua tahun yang lalu. Banyak berdatangan tamu dari luar kota seperti Sukabumi, Bogor, Bandung, Jakarta dan kota-kota terdekat lainnya.

"Itu orang-orang sampai penuh di jalan. Barongsai yang tampil juga ada yang dari luar kota. Masyarakat juga antusias. Di dalam, diisi dengan sembahyang, ceramah dan baca kitab. Sampai sekarang juga masih sering ada yang datang dari luar kota, menanyakan perayaan disini seperti apa," tambahnya.

Sambil melanjutkan aktivitasnya membereskan altar, Yanyan mengaku baik perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini tidak berbeda seperti tahun sebelumnya, tetap kondusif. Meski kini tengah ramai mencuat isu SARA yang membawa-bawa etnis tertentu, namun Yanyan menyebut hal itu tak mempengaruhi nuansa toleransi di Cianjur.

"Lebih jauhnya, yang lebih tahu itu pengurus. Kalau saya tidak bisa berkomentar banyak. Padahal tadi pagi ada, tapi sekarang sudah pulang. Beberapa kan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing," tandas Yanyan seraya berpamitan. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top