Siapkan Duit Abadi Kebudayaan


JAKARTA - Pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Kebudayaan terus bergulir. Ada beberapa terobosan. Salah satunya adalah menyiapkan regulasi untuk dana abadi kebudayaan.

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Kebudayaan Ferdiansyah mengatakan, kebudayaan diharapkan sama dengan pendidikan yang memiliki dana abadi. ''Nama lembaganya apa, belum ditetapkan. Intinya, ingin seperti LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, red),'' katanya pada seminar nasional RUU Kebudayaan di Jakarta kemarin.

Uang hasil pengelolaan dana abadi kebudayaan bisa dimanfaatkan untuk mendanai keperluan bidang kebudayaan. Misalnya, beasiswa insan kebudayaan, kegiatan-kegiatan kebudayaan, dan perawatan bangunan-bangunan bersejarah. ''Besaran simpanan pokok dana abadi pendidikan tentu tergantung kemampuan keuangan negara,'' ujar Ferdiansyah. Dana abadi kebudayaan menjadi solusi keterbatasan anggaran bidang kebudayaan di APBN maupun APBD.

RUU Kebudayaan juga akan melahirkan lembaga khusus yang menaungi urusan kebudayaan. Namanya bisa majelis ke­budayaan atau dewan kebudayaan.

Pembahasan RUU Kebudayaan sudah hampir rampung. Jika tidak ada kendala, RUU Kebudayaan akan disahkan April depan. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menuturkan, penyiapan anggaran kebudayaan masih kecil. Tahun ini nilainya Rp 1,9 triliun. Untuk membiayai urusan kebudayaan, perlu dicarikan sumber pendanaan lain. (wan/ca)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top