Suami Masak di Rumah, Istri Sibuk Kerja di Pabrik

Dunia nampaknya sudah terbalik. Bila seorang istri biasanya menjadi ibu rumah tangga, namun di desa ini justru menjadi kepala rumah tangga. Sebaliknya, sang suami yang harus mengurus keperluan keluarga. Fenonema itulah yang terjadi di Sukabumi.

SEPERTI di Kampung Cipamulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Banyak wanita yang bekerja di pabrik, akan tetapi para lelaki malah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. “Istrinya kerja, suaminya masak,” kata salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cipamulaan Asep Mahmud kepada Metropolitan.

Menurut Asep, upaya ini sebenarnya perlu ada pemikiran dan perhatian yang serius dari pemerintah melalui per­kembangan zaman di era globalisasi, namun tidak mengubah kodrat kaum wanita. ”Sebaiknya tenaga kerja di peru­sahaan garmen atau lainnya berpihak kepada kaum lelaki, kenapa tidak dite­kankan pekerjaan untuk kaum lelaki atau minimal 80 persennya kaum lelaki dan 20 persennya kaum hawa dan bukan ke­balikannya,” jelasnya.

Asep pun mengkhawatirkan kondisi anak-anak di kampung tersebut. “Istri berangkat pagi pulang malam, sehing­ga masa depan anak tanpa seorang ibu itu bisa berpengaruh terhadap psiko­logis anak,” imbuhnya. Lebih lanjut Asep meminta pemerintah memberikan ke­tegasan kepada perusahaan yang akan berikan pekerjaan pencari kerja. “Apa memang dunia ini sudah terbalik atau memang ada unsur lain dari pemerintah, memberikan keleluasaan bagi pekerja wanita sehingga kaum lelaki sulit menda­patkan pekerjaan,” kesalnya.(fjr/hep/er/py)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top