Tiga Wanita Cianjur Dijual ke Timur





CIANJUR-Pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal masih terus terjadi. Teranyar, tiga TKW asal Cianjur terjebak di Riyadh, Arab Saudi. Ketiganya diduga itu menjadi korban perdagangan manusia.
Ketiga TKW asal Cianjur itu yakni Diah Nurmala (34) Bin Udoh dan Siti Fatimah (24) bin Ubun warga Kampung Wangun RT2/4, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang. Korban lainnya, Yeyen (27) bin Ajat warga Kampung Longkewang RT 3/7, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang.
Yeyen yang saat ini berada dipenampungan berhasil menghubungi suaminya. Kepada suaminya Yeyen menceritakan keberangkatannya melalui calo, berinisial IS dan AW.
"Sebelumnya penawaran kerja oleh sponsor berprofesi kerja tukang jahit, tapi kenyataannya lain, sekarang bekerja tidak punya majikan tetap," bebernya, Rabu (15/2) kepada Radar Cianjur.
Yeyen juga menceritakan, di penampungan, setiap harinya cuman menerima omelan dan siksaan dari ibu Asrama. Bahkan, selama di penampungan diperlakukan ibarat bukan layaknya tenaga kerja.
"Ya, seperti tidak ada rasa kemanusiaan, bahkan ibu asrama (SI). Kalau tidak mau bekerja tidak akan dikasih makan sama sekali," pengakuan Yeyen lewat video yang direkam via IMO.
Nurdin (30) suami Yeyen merasa khawatir dan sedih. Untuk itu dirinya meminta bantuan kepada pemerintah supaya istrinya bisa segera dipulangkan. "Intinya, minta segera dipulangkan ke Indonesia. Riskan juga, setelah menginformasikan melalui telepon sering memukul, marah dan menakut-nakuti," ungkap suami Yeyen merasa khawatir.
Kuasa hukum korban, Budi Setiadi menjelaskan, setiap harinya berdasarkan pengaduan dan infrormasi diterima itu isak tangis selalu mewarnai di asrama. Mereka sudah tidak sanggup lagi untuk bekerja, dengan alasan sering terjadi perlakuan kasar di luar nalar yang dirasakan para TKW.
"Ya, salah satunya klien kami, itu asal warga Cianjur," ujarnya membenarkan.
Menurutnya, kliennya itu selalu mengadu setiap hari melalui IMO dan WhatsApp kepada asistennya, Aditya Putra. "Sebagai anak bangsa Indonesia, tentunya melihat kiriman-kiriman video yang langsung dikirim para TKW, itu sangat miris dan prihatin. Mereka di sana tidak dipekerjakan sebagai TKW, tapi cuma freelance. Kami minta secepatnya dipulangkan," tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dwi Ambar Wahyuningtyas melalui Sekretaris Dinas, Heri Suparjo menyayangkan masih ada warga Cianjur yang menjadi TKI ilegal. Padahal, kata Heri, pemerintah sudah memfasilitasi berbagai kemudahan agar masyarakat menjadi TKI yang sah dan tercatat di data Disnakertrans Cianjur.

"Kalau yang legal, kita punya data lengkapnya. Kalau yang ilegal, tidak ada," kata Heri.


Kendati demikian, Heri mengaku bakal menindaklanjuti temuan tersebut. "Kita bergerak, tentu harus ada arahnya terlebih dahulu. TKI legal atau ilegal, tetap kita bantu. Itu sudah jadi kewajiban pemerintah," imbuh Heri diamini Kasi Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, Ahmad Ubaidillah.
Sementara itu, Kasubdit Sosialisasi BNP2TKI Joko Purwanto mengatakan, pemerintah sudah gencar dan masif melakukan sosialisasi pencegahan TKI non prosedural dan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri dan migrasi aman sampai ke pelosok-pelosok daerah kantong TKI termasuk Cianjur.
"Kalau ada pengakuan korban tinggal laporkan kepada pihak yang berwajib siapa pengirimnya. Pasti itu calo-calo atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang tidak punya hati nurani jelas mereka menipu mengiming-imingi wanita-wanita dari desa dengan bekerja ke luar negeri dengan berbagai modus yang nyata-nyata saat ini untuk bekerja di sektor informal dilarang oleh pemerintah," pungkasnya.(mat/lan/jun)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top