Wabup Dapat Perlawanan WNA




METRO- Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman ditemani oleh Kasat Intel Polres Cianjur, serta Kepala Kantor Imigrasi kelas II Sukabumi melakukan sidak ke kawasan villa Kota Bunga di Kecamatan Pacet, kemarin (16/2). Penyidakan yang ditujukan terhadap para WNA ilegal ini sempat berlangsung ricuh. WNA yang hendak diamankan petugas saat itu berusaha memberikan perlawanan, sebelum akhirnya mereka pun tunduk.

Kendati informasi sidak tersebut diketahui bocor, namun sedikitnya Herman berhasil mengamankan tiga warga negara asing (WNA). Saat diperiksa ketiga WNA tersebut mampu memperlihatkan dokumen kunjungannya. Namun begitu, mereka tetap saja digiring untuk diberikan pembinaan. Pasalnya, sesuai aturan mereka seharusnya melapor kepada RT, kelurahan/desa, hingga Disdukcapil Kabupaten Cianjur, guna keperluan data pemerintah daerah (pemda).

Herman mengatakan, dirinya memperoleh data dari pengelola kawasan villa kota bunga saat ini ada sebanyak 238 unit villa yang disewakan. Sebagian besar menurutnya dihuni oleh para WNA, baik yang sah maupun ilegal. "Informasi kegiatan ini sudah bocor, karena sebagian besar dari mereka kabur. Namun kami berhasil mengamankan tiga orang. Mereka menggunakan visa turis dengan kurun waktu kunjungan 30 hari saja," paparnya.

Herman menyebutkan, para turis yang berkunjung ke Cianjur haruslah dibina. Dirinya mengakui jika prilaku para turis asal timur tengah tersebut sangat arogan. "Memang mereka ini sangat arogan. Contohnya tadi pada saat sebelum kita lakukan sosialisasi, mereka mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan serta tanpa pakai helm pula," sebutnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi, Thinus Sidalle membenarkan, jika sidak yang ia lakukan kali ini bocor. Hal itu ditandai dengan tak ditemukannya sasaran yang memang sudah ditargetkan sebelumnya. "Walaupun bocor, minimal sidak ini sudah membuat shock teraphy bagi mereka WNA yang ilegal dan melanggar," ujarnya.

Kata dia, imigrasi sendiri sebetulnya melakukan pengawasan penuh terhadap WNA di Kabupaten Cianjur, khususnya kawasan villa. Pihaknya juga sudah mempunyai tim yang ditugaskan untuk mndeteksi keberadaan turis ilegal. "Pantauan yang kami lakukan ada dua tipe. Satu terbuka seperti ini, dan yang kedua tertutup, sehingga tak ada cara bagi para turis yang ilegal bisa bebas," pungkasnya.(cr1)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top