BI Jabar Ciptakan 100 Ribu Wirausaha *Jalin Kerjasama Dengan Dinas Koperasi Jabar


BANDUNG- Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi Jawa Barat menjalin kerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat yang dilakukan melalui penandatanganan perjanjian di Ballroom Hotel GH Universal Bandung pada Rabu (22/3).
Kerja sama terjalin sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan pemberdayaan koperasi dan usaha kecil di Jawa Barat. Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Kepala Bank Indonesia Jabar Juda Agung bersama Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar Dudi Sudrajat.
"Komitmen Bank Indonesia tidak dapat dilakukan secara spesial karena diperlukan adanya sinergi dengan lembaga dan instansi terkait," ujar Juda Agung.
Realisasi program dalam upaya peningkatan penciptaan wirausaha baru dilakukan Bank Indonesia Jabar melalui pilot project berupa Enterpreneur Camp yang diikuti oleh peserta Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) sejak tahun 2012.
Hal tersebut sejalan dengan program Pemprov Jabar dalam mengupayakan pencetakan 100 ribu wirausaha baru selama lima tahun serta membuka lapangan kerja di sektor formal.
Adapun konsep pencapaian dilakukan melalui kegiatan dalam bidang penelitian, pelatihan, studi banding, bantuan promosi usaha, pembiayaan, edukasi inklusi keuangan, penyedia data dan informasi yang dinilai dapat membuka peluang pasar.
Materi dalam pelatihan difokuskan pada pengadaan usaha di sektor agri bisnis dan orientasi ekspor dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan perbaikan struktur neraca perdagangan.
Namun pada tahun 2016 Bank Indonesia konsen pada pengembangan industri kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru sejalan dengan tren masyarakat global.
"Hal tersebut dilakukan mengingat rasio antara jumlah wirausaha dengan penduduk di Indonesia termasuk yang paling rendah di dunia," ujar Juda Agung.
Padahal indikator sebuah negara maju dapat dinilai berdasarkan persentase jumlah wirausaha. "Negara maju adalah negara yang dihuni oleh para wirausaha," ujar Dudi Sudrajat di waktu dan tempat yang sama.
Dudi Sudrajat menambahkan jika dalam jangka waktu tiga tahun pihaknya telah berhasil mencetak 60.000-an wirausaha baru. Anggaran yang digunakan pemerintah mencapai Rp 385 milliar yang diberikan sebagai bantuan modal bagi para wirausaha baru.
"Diberikan bantuan modal sebesar Rp 3.5 juta untuk setiap calon wirausaha," ujar Dudi Sudrajat
Adapun penyelenggaraan Enterpreneur Camp adalah untuk memperoleh informasi interaksi sosial dan motivasi serta komitmen para wirausaha baru.
"Diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha dalam menghadapi era globalisasi perdagangan khususnya di tingkat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)," ujar Kepala Divisi Bank Indonesia Jabar Dudi Dermawan.
Selain itu juga untuk mendorong pertumbuhan wirausaha berorientasi ekspor di sektor fesyen dan kerajinan. Juga mendorong sektor industri kreatif seperti dalam bidang desain dan film.
Sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Hal tersebut dinilai sebagai tindakan strategis untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. (*/umr)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top