BRI Cianjur Didemo Nasabah


CIANJUR-Setelah beberapa kali mendatangi Kantor Cabang BRI Cianjur untuk meminta pertanggungjawaban.
Puluhan ahli waris nasabah BRI atas nama ALM HM Solihin, Warga Kampung Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, melakukan demonstrasi di depan Kantor Cabang BRI Cianjur, (22/03).
Kedatangan puluhan waris tersebut membawa spanduk bertuliskan kecewa atas kineja BRI Cabang Cianjur, yang menahan anggunan sertifikat mereka, dan sampai sekarang tidak mau mengembalikan meski pihak nasabah tidak pernah menerima uang pinjaman dari bank BUMN tersebut.
Aksi damai dilakukan dalam rangka meminta pertanggungjawaban BRI Cabang Cianjur untuk mengembalikan surat berharga milik ALM HM Solihin, yang ditahan pihak bank.
Saat itu surat berharga tersebut dijadikan jaminan untuk pinjaman uang sebesar 150 juta tahun 2002, dan uang pinjamanya telah dibawa lari oknum karyawan BRI Cabang Cianjur, yang sudah masuk pengadilan serta pelakunya telah diponis penjara.
Aksi tersebut cukup menarik perhatian warga yang melintas. Selain itu tampak sejumlah petugas dari kepolisian dari Polsek Cianjur turut membantu mengamankan aksi tersebut.
Pengacara ahli waris ALM HM Solihin  Iwan Hermawan mengatakan, kedatangannya tersebut untuk menuntut BRI Cabang Cianjur mengembalikan sertifikat milik ahli waris. Namun, sampai saat ini masih belum juga ada niat baik dari pihak bank untuk mengembalikan surat kepemilikan tanah tersebut.
“Kami hanya menuntuk hak kami. Pihak BRI harus segera mengembalikan hak kami yang telah dijadikan agunan, karena alm HM Solihin tidak pernah menerima uang pinjaman dari BRI, bahkan perjajian akan kontraknya pun gak ada,” katanya.
Dari hasil audensi dengan Pimpinan Cabang BRI Cianjur tidak menemuni titik temu, pihak BRI bersikukuh tidak mau menyerahkan sertifikat jika tidak mau membayar.
“Aksi kali ini memang tidak membuatkan hasil, dan kami akan kembali datang kembali dengan mengerahkan masa lebih banyak untuk memperjuangkan hak kami,” pungkasnya.
Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Cianjur Tony Hadi Priyanto mengatakan, pihak bank baru akan mengembalikan sertifikan milik nasabah jika nasabah mau melakukan pembayaran secara full.
“Masing-masing punya versi, nasabah punya hak untuk memperjuangkan haknya, kami juga punya hak untuk menuntut pembayaran. Nasabah harus membayar full senilai Rp150 juta baru kami dapat memberikan hak nasabah,” katanya.
Lanjut Tony, pihak ahli waris seharusnya menuntut kepada oknum karyawan BRI bukan ke lembaga BRI.
“Mereka itu seharusnya menuntut kepada Daday bukan kepada kami, karena tidak tahu permasalahan itu, kami hanya tahu nasabah punya utang terhadap BRI jadi kami berhak untuk mempertahankan setifikat milik nasabah selama itu belum dilunasi,” jelasnya.(dil)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top