Kirim Seribu Laskar ke Ibu Kota


CIANJUR-Aksi lanjutan menuntut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama untuk turun dari jabatannya akan kembali digelar bertajuk 313 atau aksi 31 Maret 2017. Tak ketinggalan, sejumlah ormas Islam di Kabupaten Cianjur pun turut ambil bagian menuntut Ahok mundur dari kursi DKI satu.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Cianjur, Habib Hud Al Idrus mengatakan, aksi yang akan digelar 31 Maret mendatang, masih sama seperti aksi sebelumnya yakni untuk menuntut keadilan dan kebenaran. Ia menekankan, Presiden Jokowi dapat mengambil langkah untuk mencopot dan menahan Ahok sesuai prodesur hukum yang ada. “Insya Allah, kita akan terjunkan ribuan peserta aksi. Khusunya dari perwakilan DPC FPI dan simpatisan FPI yang ada di Kabupaten Cianjur. Dengan harapan aksi yang akan digelar berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.

Senada diucapkan Ketua bidang Lembaga Dakwah Front (LDF) FPI Kabupaten Cianjur sekaligus sebagai tim pembina Laskar Pembela Islam, Asep Lukman Hakim alias Aang Jago. Menurutnya, aksi yang akan digelar 313 tersebut merupakan bentuk kekompakan dan kesatuan umat. “Kita sudah mempersiapkan beragam fasilitas, seperti bus atau kendaraan, konsumsi, serta fasilitas lainnya untuk peserta aksi 313 yang akan digelar beberapa hari lagi,” ucapnya tadi malam.

Sementara itu, Sekjen DPP Garis Kabupaten Cianjur, Ludi Burdah Muslim mengatakan, untuk aksi 313 turut mempersiapkan sekitar tiga bis atau sekitar 200 anggota Garis Cianjur. “Tuntutan aksi masih sama dengan aksi sebelumnya, yakni menuntut terdakwa kasus penistaan agama. Sesuai UUD bahwa penistaan agama harus diproses. Hukum jangan runcing ke bawah, tetapi tumpul ke atas, intinya penistaan agama yang dilakukan Ahok harus segera diproses dan segera dihukum sesuai prosedur UUD,” pungkasnya.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath meminta kepada Presiden Jokowi agar sesuai Undang-undang memberhentikan terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjajaha Purnama.

Khaththath menuturkan, peserta aksi ini adalah organisasi peserta aksi bela Islam 2 Desember 2016 lalu. “Seluruh alumni 212 diajak, siapa tokohnya nanti diinformasikan kemudian,” katanya.

Ia menuturkan aksi tersebut akan berlangsung damai dan akan berhenti setelah diterima pihak Istana. “Pokoknya kita kalau sudah diterima oleh Istana ada pembicaraan yang baik ya kita pulang,” pungkasnya. (ndk)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top