BI Mengajar Sisir Wilayah Selatan Jawa Barat

SOSIAL: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Juda Agung (kanan) berikan bantuan komputer secara simbolis kepada SMAN 1 Surade yang diterima Wakasek Kurikulum Jamhari.

SUKABUMI-SMA Negeri 1 Surade Kabupaten Sukabumi mendapat kesempatan langka. Pasalnya, sekolah yang berada di bagian selatan Kabupaten Sukabumi tersebut didatangi rombongan Bank Indonesia Jawa Barat (BI Jabar), Rabu (29/3).

Kehadiran BI Jabar ke sekolah yang ada di selatan Jawa Barat itu untuk menyelenggarakan Kegiatan BI Mengajar atau BI Goes to School, yang merupakan bagian dari program kerja Bank Indonesia dengan tema 'Dedikasi untuk Negeri'.

Kegiatan dibuka langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Juda Agung dan dihadiri Kepala Grup Adivosory dan Pengembangan Ekonomi, Ismet Inono; Kadiv Pengembangan Ekonomi, Dudi Dermawan dan Kadiv SP & PUR, Mikael Budisatrio, serta dihadiri pula unsur Muspika Kecamatan Surade.

Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah NKRI Tahun Emisi 2016 oleh Yoni Tata 
Dalam program BI Mengajar, disampaikan materi tentang Ke-banksentralan oleh Kadiv Pengembangan Ekonomi Dudi Dermawan,  Elektronifikasi oleh tim dari BRI serta Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah NKRI Tahun Emisi 2016 yang disampaikan  oleh Yoni Tata dan Riki dari Tim PUR BI Jabar.

 Sosialisasi ini selain mengenalkan uang rupiah NKRI sampai pelosok selatan Jawa Barat, juga dijelaskan beberapa materi untuk menepis isu-isu negatif yang beredar di masyarakat.

Tak hanya itu, turut digelar Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa delapan unit komputer dan satu unit printer kepada pihak sekolah.

Dalam acara ini rombongan disambut penampilan tarian tradisional siswa SMA Negeri 1 Surade, serta antusias ratusan siswa SMAN 1 Mande dan perwakilan dari sekolah lain se-wilayah Pajampangan yang terdiri dari tujuh kecamatan.

Riki dari Tim PUR BI Jabar, seosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Juda Agung mengatakan, kegiatan BI Mengajar dan program sosial yang dilakukan BI menunjukan bahwa BI sangat peduli pada dunia pendidikan. "Negara maju itu karena fokus pada pendidikan," ujarnya.

Ditambahkannya, BI melihat bahwa ekonomi Indonesia tumbuh cukup tinggi. Namun, kesenjangan ekonomi antara kota dan desa masih cukup besar. Penyebab ketimpangan itu karena akses pendidikan terbatas. "Dalam hal ini BI berupaya memperkecil ketimpangan tersebut," tambahnya.

Wakasek Kurikulum SMAN 1 Surade, Jamhari mengungkapkan, hadirnya BI ke SMAN 1 Surade seakan berkah, mengingat SMAN 1 Surade berada di pelosok. "Kami sangat apresiasi kepada Bank Indonesia ternyata tidak hanya sekolah di kota saja yang dikunjungi, tapi sekolah di daerah pun bisa didatangi. Dan materi yang diberikan pihak BI itu bagian dari kurikulum sehingga anak lebih paham," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Wakasek Kesiswaan, Sugeng Nuryanto. Dirinya mengaku sangat bangga dan bahagia SMAN 1 Surade didatangi para pimpinan Bank Indonesia.
"Baru dengar akan datang saja kami sudah senang apalagi ini benar-benar datang. Ini keuntungan tersendiri bagi SMAN 1 Surade," singkatnya.

Menjelang akhir acara, diselenggarakan hiburan dengan menampilkan Pojok si Cepot yang dibawakan secara jenaka oleh Dalang Riswa sehingga menghibur kegiatan BI Mengajar.

Selain BI Mengajar, dalam lawatannya ke Sukabumi, pimpinan BI Jabar melakukan koordinasi dan pertemuan dengan Pemda Sukabumi yang diwakili Asda II dan Disbudpar Kabupaten Sukabumi, dilanjutkan peninjauan ke Geopark Cileutuh.

Usai kegiatan BI Mengajar Pimpinan BI Jabar melanjutkan acara pertemuan dengan Pimpinan Perbankan Sukabumi bertempat di Hotel Horison Sukabumi, dilanjutkan dengan peninjauan ke kas titipan BI di BJB Sukabumi. (jun)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top