Penculikan Anak Bikin Resah


CIANJUR-Penculikan anak di Cianjur Selatan yang dilakukan pasangan suami istri, Hendri (35) dan Wina Winarsih (30) warga Kampung Cidahon, Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut membuat para orang tua resah.
Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Cidaun, Dede (30), merasa prihatin, ramainya penculikan bocah masih di bawah umur, tentunya selaku orangtua merasa waswas dan gelisah.
"Saat ini harus lebih waspada bila ada warga tidak dikenal, mengiming-iming sesuatu dengan modus memberikan uang atau jajan kepada anak. Seperti kemarin, pelaku merayu membelikan permen. Setelah itu diajak pergi jalan-jalan, maklum bocah masih polos dan lugu akhirnya diculik," tuturnya, kepada Radar Cianjur, Selasa (14/3).
Pelaku penculikan yang berhasil ditangkap warga, Senin (13/3) siang pukul 13:50 WIB, di Kampung Selaturi, Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang memiliki motif untuk dijadikan pengemis.
Peristiwaa itu terjadi sekitar pukul 18:00 WIB, korban dirayu selanjutnya korban dibawa jalan kaki menuju rumahnya di Tegal Buled, Sukabumi.
"Orangtua korban baru sadar, ketika buah hatinya. Itu tidak pulang setelah hari jelang magrib, warga panik dan geger. Ada sekitar ratusan warga menyisir mencari keberadaan tiga bocah hilang diculik. Nah, ditemukan di Sindangbarang di dalam mobil angkutan umum (angkum)," pungkasnya.
Atas kejadian tersebut, Kasubbag Humas Polres Cianjur, AKP Warsono menghimbau kepada seluruh warga Cianjur untuk hati-hati. "Kejadian di Cidaun harus jadi perhatian semuanya, jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi," imbaunya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Warsono meminta para orang tua menjaga dan memperhatikan anak-anaknya.
"Ya kepada orang tua jangan membebaskan anak bermain begitu saja, hatus terus dipantau," singkatnya.(mat)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top