Sama-sama Berat


FEBRI Hariyadi menganggap tak bisa dibedakan bagaimana rasanya menjalani debut pertama di Timnas Indonesia dan di Persib Bandung. Keduanya memiliki kebanggaan yang sama, membela jati diri klub lokal tempat kelahiran, serta menjunjung tinggi rasa nasionalisme di kancah international.

Selasa (21/3) lalu, di Stadion Pakansari, bisa menjadi cerita dan angan yang selalu diingat Febri. Seorang bocah asal Bandung yang meniti karier di Persib Junior, tumbuh menjadi pemain yang dipuja dan dilirik pelatih besar Luis Milla memperkuat Indonesia.

Sayang dalam debutnya kemarin ia menelan kekalahan 1-3 dari Myanmar. Berbeda saat ia jalani debut di Persib dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Persela Lamongan di ajang Piala Jendera Sudirman (2015-2016) dan turut menyumbang satu gol.

“Sama-sama berat sih, namanya juga debut pertama sekelas Timnas untuk kancah international dan di Persib dengan nama besarnya juga bobotoh. Tapi saya berpikir positif menikmati (pertandingan) dan berusaha lewati debut dengan baik,” kata pemain yang mengenakan nomor punggung 13 di Timnas dan Persib.

Meski hasil yang turut tak memihak kepada wajah berserinya di awal pertandingan, namun kekalahan dalam debut adalah kekecewaan dan menjadi pembelajaran. Ia berharap, kesempatan selanjutnya di Tim Merah Putih berujung kemenangan. “Walau kurang memuaskan, mudah-mudahan bisa lebih baik ke depannya,” kata dia. (sim)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top