Soal USBN Juga Bocor di Jakarta Tim Kemendikbud Lakukan Investigasi


JAKARTA - Tidak hanya di daerah, kasus kebocoran soal ujian sekolah berstandar nasional (USBN) juga terjadi di ibu kota. Seorang guru SMA di Jakarta mengungkapkan, soal ujian sudah bocor pada Minggu (19/3) atau H-1 pelaksanaan USBN. Soal ujian yang bocor adalah PPKn dan PAI (pendidikan agama Islam).
Modusnya, lembar soal ujian itu diunggah lebih dahulu di layanan cloud Google Drive. Kemudian, link atau tautan untuk mengunduh naskah itu disebar melalui jaringan WhatsApp (WA). ''Setelah dicocokkan dengan soal yang diujikan hari Senin-nya (20/3), ternyata cocok,'' jelasnya kemarin (21/3).
Diduga, kebocoran soal USBN di Jakarta tidak hanya terjadi untuk dua mata pelajaran itu. Apalagi hampir seluruh SMA di Jakarta menjalankan USBN berbasis kertas. Di setiap ruang ujian hanya ada dua variasi soal untuk setiap mata pelajaran yang diujikan.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Fathurin Zen mengakui terjadinya kebocoran soal USBN di wilayahnya. ''Isu seperti ini setiap tahun selalu ada,'' katanya. Kasus kebocoran soal ujian, lanjut dia, tidak bisa didiamkan. Dia berjanji mencari akar penyebab kebocoran soal USBN tersebut.
Menurut dia, titik kerawanan kebocoran soal USBN ada pada pembuat soal, guru, atau kepala sekolah. Disebutkan, 75 persen butir soal ujian dibuat musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Sisanya, 25 persen soal adalah titipan Kemendikbud.
''Yang rawan kebocoran itu ada di hulu (pembuat soal) dan hilir (sekolah). Padahal, prosedur petunjuk teknis (juknis) USBN sudah baik,'' ujarnya.
Fathurin melanjutkan, jika mencium kebocoran soal sejak awal, sekolah bisa mengganti soal USBN. Di setiap mata pela­jaran yang diujikan, terdapat empat variasi soal. ''Kepala sekolah punya keputusan penuh untuk mengganti soal utama dengan soal cadangan,'' tambahnya.
Dia menuturkan, Dispendik DKI Jakarta telah mengimbau seluruh SMA di Jakarta untuk menindak tegas pelaku pembo­coran soal. ''Bagi kepala sekolah, jelas jabatannya akan dicopot. Sedangkan guru atau karyawan sekolah yang berstatus PNS bisa dipecat,'' tegasnya.
Kemendikbud akhirnya menindaklanjuti kasus kebocoran soal USBN tersebut. Mendikbud Muhadjir Effendy telah menu­gaskan tim Itjen Kemendikbud untuk menelisik kasus itu. ''Untuk sementara tidak perlu terburu-buru menilai integritas guru sebelum duduk perkaranya jelas,'' tuturnya kemarin (21/3).
Muhadjir menyatakan, Kemendikbud masih menaruh kepercayaan terhadap integritas guru. Meski begitu, dia tidak menutup mata jika ada sebagian kecil di antara 3,1 juta guru yang tidak bisa memegang amanah. Untuk guru yang tidak bisa menjaga integritas, Muhadjir berharap mereka diberi sanksi setimpal dan menjerakan.
Irjen Kemendikbud Daryanto menegaskan, untuk USBN, sejatinya Kemendikbud memberikan kepercayaan penuh kepada guru atau kepala sekolah. ''Kebangetan kalau akhirnya benar ada guru yang membocorkan soal ujian. Tetapi, semua ini kami teliti dulu. Kami lakukan investigasi,'' tuturnya. (gin/wan/c5/oki)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top