Baru Tanam, 30 Hektar Sawah Mandul


CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang hama wereng.
Sawah yang ditanami padi sekitar 1,5 hingga dua bulan itu diserang wereng terhitung sejak Rabu (22/3) silam. Akibatnya, para petani harus merugi hingga jutaan rupiah lantaran padi yang baru saja ditanam itu sudah gagal panen.
Sambil diguyur hujan, para petani di Kampung Pasirgede pada Senin (3/4) kemarin nampak sibuk memeriksa sawah yang tersisa, sebelum dampak hama semakin meluas.
Salah seorang petani, Encep (50) mengaku, ia banyak menemui hama wereng di bagian batang tanaman padi. Akibatnya, padi langsung memerah dan tidak berbuah. Mau tidak mau, Encep harus menanam ulang dari awal. Ia juga mengaku, ini kali pertama sawahnya diserang hama wereng sampai separah ini.
"Petani otomatis rugi, mau tidak mau harus menanam lagi. Belum panen sudah begini. Kalau perkiraan, rugi Rp1 juta lah," kata Encep kepada wartawan sambil memperlihatkan batang padi yang digerogoti hama.
Komandan Kodim 0608/Cianjur, Letkol Arm Imam Haryadi yang mengetahui peristiwa tersebut langsung mendatangi lokasi. Berdasarkan hasil temuannya, Imam mendapati sedikitnya 10 hektare sawah rusak berat, 15 hektare rusak sedang dan sisanya mengalami rusak ringan.
"Laporan dari beberapa rekan, serta dari Babinsa juga, ada kurang lebih 30 hektare sawah yang diserang hama. Kita temukan disini ada hama penggerek batang. Kami sudah koordinasikan dengan Upsus Jawa Barat agar segera bisa ditanggulangi," papar Imam.
Imam kemudian memberikan sejumlah bantuan kepada para petani tersebut, berupa bibit baru untuk 10 hektare sawah yang rusak berat agar ditanam ulang, ditambah pupuk penanggulangan hama. Sementara untuk 15 hektare sawah yang mengalami rusak berat dan lima hektare rusak ringan, pihaknya memberikan obat pembasmi hama agar padi tetap bisa tumbuh hingga masa panen.
"Untuk yang berat itu kita taburkan poradan. Diharapkan dari pembibitan yang bagus, hasil tanamnya juga bagus," imbuhnya.
Imam menilai, datangnya hama lantaran siklus masa tanam yang tidak terputus ditengah cuaca kemarau basah dalam beberapa bulan terakhir. Meski terbilang kemarau, hujan tetap turun dengan intensitas yang cukup tinggi. Terlebih, dalam dua musim terakhir petani secara berkelanjutan menanam padi pasca panen. Yang jadi sasaran hama, lanjut Imam, tak lain padi yang baru ditanam.
"Efeknya ya seperti ini, karena siklusnya terus berkelanjutan jadi hama akhirnya terus berlanjut ke padi yang baru ditanam. Kalau kita tidak pintar-pintar menyiapkannya jadi begini. Yang jelas, untuk tanam ulang pemerintah sudah menanggulangi. Kami tegaskan lagi, ini bukan karena cuaca buruk," tandasnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top