Desak Jalur Puncak II Segera Direalisasikan

ROMBONGAN Komisi V DPR RI saat melakukan  kunjungan spesifik dalam rangka meninjau infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur, (6/4).

CIANJUR-Rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan spesifik dalam rangka meninjau infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur, (6/4).

Dalam kunjungannya itu, rombongan langsung melakukan peninjauan lokasi jalur alternatif Cianjur-Bogor-Jakarta atau yang sering disebut jalur Puncak dua.

Di Cianjur rombongan ditemani Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman, beberapa anggota DPRD Cianjur serta Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Anggota Komisi V Fraksi Hanura dari Dapil Kabupaten Cianjur, Capt Djoni Rolindrawan mengatakan, selaku Wakil masyarakat Kabupaten Cianjur, kunjungan tersebut memfasilitasi dan menindaklanjuti kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur ke Komisi V DPR RI pada tanggal 17 Februari 2017.

Pada pertemuan itu dijelaskan perkembangan, kendala dan kebutuhan pembangunan jalur alternatif Puncak dua. Kemudian Bupati Cianjur mengundang Komisi V untuk melakukan kunjungan kerja ke Cianjur.

"Kami hadir bersama pejabat eselon dua Kemen PUPR dan Kepala Balai Besarnya diterima oleh Wakil Bupati.
 Wakil Bupati menjelaskan perkembangan, kendala dan kebutuhan proyek pembangunan dan mengharap peran Provinsi Jawa Barat dan pusat, dan semua bersepakat bahwa pembangunan jalur alternatif Puncak akan dilanjutkan.

Saya meminta segera dilakukan dan secara paralel jalur yang berada di Kabupaten Bogor juga dibangun sehingga bisa tersambung," paparnya.

Sementara itu, DPR RI menjanjikan mendanai proyek itu dengan mengucurkan Rp600 miliar. “Syaratnya pembebasan lahan harus selesai hingga 2018,” ungkap Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis.

Dia menjelaskan, selama ini pihaknya banyak mendengar masukan dari Pemkab Cianjur terkait pentingnya keberadaan Jalur Puncak II untuk pengembangan Cianjur dan kota lain di Jabar. Terlebih jalur tersebut sudah lebih dulu diusulkan dibandingkan Jalan Tol Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung, sehingga harus menjadi prioritas pembangunan.

“Kami mendorong Jalur Puncak II menjadi prioritas pembangunan di pusat karena usulannya sudah masuk sejak 2012, bahkan kami sempat mendorong agar segera direalisasikan. Namun terkendala pembebasan lahan,” katanya.(jun)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top