Ditimbun, Kualitas Rastra Buruk


CIANJUR-Marak keluhan warga soal beredarnya Beras Miskin (Raskin) atau yang sekarang disebut Beras Sejahtera (Rastra), akhirnya membuat sejumlah anggota Komisi II DPRD Cianjur melakukan sidak ke Kantor Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional (Bulog Subdivre) Cianjur, Senin (3/4) pukul 13.00 WIB.
Ketua Komisi II, Gugun Gunawan, Wakil Ketua Komisi II, Tika Latifah, Sekretaris Komisi, Yedi Riswandi, serta anggota Komisi II, Muhammad Toha dan Asep Iwan Gusniardi berdialog bersama Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Rizaldi.
Tanpa banyak basa-basi, para legislator itu selanjutnya mempertanyakan ikhwal mekanisme distribusi rastra di Cianjur. Seperti dikatakan politisi PBB, Muhammad Toha. Pihaknya mengaku seringkali mendapat keluhan dari masyarakat soal kualitas rastra yang memprihatinkan.
"Di kawasan Warungkondang, kami mendapati ada rastra yang kualitasnya sangat kurang baik. Karena itu, kami ingin tahu seperti apa pola pendistribusiannya di bulog, serta apa saja yang menjadi kendalanya. Terus, kalau kualitasnya buruk, kenapa harus dibagikan," kata Toha.
Senada dikatakan kolega Toha di Komisi II, Asep Iwan Gusniardi. Politisi Partai Golkar tersebut juga kerap menemui keluhan masyarakat soal kualitas rastra di wilayah Cianjur Utara. Pihaknya banyak mendapati warna rastra yang berubah, berkutu dan baunya menyengat.
"Beberapa kali kita sidak langsung ke desa, beberapa kali kita mendapat temuan. Karena itu, kami harapkan ada upaya tindak lanjut agar jangan sampai ada lagi yang seperti itu," tegas Asep Iwan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Rizaldi mengaku sudah menerapkan pola distribusi yang sesuai dengan prosedur. Namun, untuk tetap menjaga pasokan gudang yang mencukupi, seringkali pihaknya menerima pasokan dari wilayah lain, seperti Cirebon, Indramayu, Subang, Kuningan, serta kawasan lainnya di Jawa Barat yang memiliki kelebihan pasokan. Terlebih, kapasitas yang dimiliki Gudang Bulog Subdivre Cianjur belum mencukupi untuk mengcover kebutuhan rastra Cianjur yang disebut merupakan penyaluran rastra terbesar se-Indonesia.
"Karena kapasitasnya minim, kami berlakukan sistem Move-Reg dari kawasan lain. Di lokasi asalnya, mungkin beras disimpan selama lebih dari enam bulan, bahkan dari tahun 2016 lalu. Karena itu kualitasnya berkurang. Disisi lain, gudang kami sudah lakukan sistem yang sesuai prosedur, mulai dari penyimpanan sampai perawatannya," kata Rizaldi kepada Radar Cianjur usai dialog.
Rizaldi menambahkan, sebagai solusi, pihaknya juga sudah mempersilahkan pihak manapun yang mendapati rastra yang berkualitas kurang baik agar menukarkannya ke Bulog Subdivre Cianjur. Namun demikian, Rizaldi mengaku hingga kini belum mendapat laporan secara langsung soal kualitas rastra tersebut, apalagi soal pengembalian rastra.
"Itu memang sudah ada dalam pedoman umum kita, kalau ada beras yang kualitasnya kurang baik, silahkan ditukar, kita siap mengganti dengan yang kualitasnya lebih baik. Tapi saya cek juga dengan teman-teman kepala gudang, belum ada yang menukar. Rastra ini kan sudah lama juga bergulir," tandas Rizaldi.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top