Hati-hati dengan TB


CIANJUR-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menghimbau masyarakat Cianjur untuk hati-hati bahaya penyakit Tuberkulosis (TB) yang dapat menyebabkan kematian.
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Cianjur, penderita Tuberkulosis di Kabupaten Cianjur tergolong tinggi.
Pengelola Program Tuberkulosis (TB) Dinkes Cianjur, Dikdik N mengatakan, penyakit Tb merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman TB (mycobacterium tuberculosis), yang menyerang paru-paru dan tubuh manusia bagian lainnya, dan juga dikategorikan penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kematian, namun dapat disembuhkan.
“Penyakit menular TB dapat menyerang semua orang, tidak memandang umur, kekayaan, pekerjaan, atau suku bangsa.” lanjutnya.
Ia memaparkan, penularan tb dapat menular melalaui udara pada saat penderita  batuk, bersin dan berbicara, kuman tb terhirup orang lain melalui saluran pernafasan menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
”Jika daya tahan tubuh lemah orang tersebut akan mudah terserang TB, dan jika daya tahan tubuh kuat orang tersebut tetap sehat, karena di dalam tubuh kuman TB dilawan oleh daya tahan tubuh,” imbuhnya.
Adapun ciri gejala TB pada orang dewasa diantaranya, batuk berdahak terus menerus selama dua minggu atau lebih, berat badan turun dan tidak nafsu makan, demam sebulan lebih tanpa sebab jelas, serta berkeringat pada malam hari meskipun tidak sedang melakukan kegiatan.
Juga ciri gejala terhadap anak diantaranya, berat badan turun tanpa sebab jelas selama tiga bulan berturut-turut, tidak nafsu makan, batuk dua minggu lebih dan nyeri, diare berulang-ulang muncul benjolan didaerah leher, ketiak dan lipat paha, dan demam berulang-ulang tanpa sebab jelas. Maka jika adanya gejala tersebut segeralah periksakan diri kepuskesmas terdekat.
“Pemerintah memfasilitasi untuk memberikan pengobatan gratis terhadap penderita TB, maka segeralah memerikasakan diri anda apabila terdapat gejala TB ke Puskesmas terdekat,” imbuhnya.
Dijelaskannya, penyakit TB dapat dicegah dengan cara memberikan imunisasi BCG pada balita untuk mencegah tb berat, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, memakan makanan mengandung gizi, membuka jendela pagi hingga sore hari, dan jangan merokok.
”Permasalahan TB tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah atau jajaran kesehatan saja, namun harus melibatkan dengan banyak sektor termasuk kekuatan yang ada dimasyarakat untuk dapat menangani bahaya TB. Makanya diharapkan kesadaran semua lapisan masyarakat akan hal tersebut,” harapnya.(ndk)
Fakta Tuberkulosis (TB)

1. TB menyebar lewat udara saat dari penderita TB lewat percikan dahaknya.

2. Penyakit ini pada umumnya menyerang paru. Ditandai dengan gejala batuk terus menerus selama tiga minggu. Namun, bisa juga bisa menyerang bagian lain dari tubuh seperti sendi, tulang, sistem saraf.

3. Seseorang yang tertular dengan kuman TB belum tentu sakit TB. Kuman TB bisa menjadi tidak aktif selama bertahun-tahun. Namun pada saat kekebalan tubuh lemah, kemungkinan sakit TB jadi lebih besar.

4. Penyakit TB bisa diatasi dengan mengonsumsi obat dalam periode tertentu secara disiplin. Paling tidak sekitar enam bulan seorang pasien tuberkulosis mengonsumsi obat.


Ciri-ciri Gejala Tuberkulosis (TB)

Gejala umum penyakit TBC
- Demam yang disertai dengan keringat dan biasanya tejadi pada malam hari.
- Keinginan makan dan berat badan turun.
- Batuk-batuk (terkadang disertai darah) yang berlangsung selama - lebih dari 3 minggu.
- Kondisi fisik semakin lemah disertai perasaan yang tidak enak.

Gejala khusus penyakit TBC
- Sesak nafas jika yang terjadi infeksi pada bagian bronkus. Hal ini terjadi akibat tekanan dari kelenjar getah bening.
- Sakit dada jika ada cairan di rongga pleura.
- Infeksi tulang hingga menyebabkan keluarnya nanah.
- Penurunan kesadaran hingga kejang-kejang.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top