Khawatir Listrik Padam


CIANJUR- Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Cianjur menginformasikan, hari kedua Ujian Nasional (UN) baik itu melalui sistem UNBK dan UNKP, masih terpantau aman dan lancar tidak ada kendala. Namun, tak menutup kemungkinan, sejumlah kendala tetap menghantui jalannya pelaksanaan UNBK.

Ketua MKKS SMK Kabupaten Cianjur, Ida Yuniati Surtika mengatakan, untuk satu ruangan rata-rata terdiri dari 20 siswa dan sudah lengkap dengan komputernya. Lalu satu pengawas dan satu orang parktor (penyelesaikan persoalan khusus IT).

"Sistem pengawasan UNKB sendiri, itu sistemnya secara silang. Minimalnya, tukar dengan pendidik yang dekat sekolahnya tidak jauh. Sehingga, bila ada hal atau kendala tidak susah, begitupun bila ada pengawas terlambat atau kontek kendala lainnya," jelas dia, saat ditemui langsung di sekretariat MKKS SMK tepatnya di SMKN Pertanian Pembangunan (PP), Desa Sirnagalih, Kecamataan Cilaku.

Pihaknya menyebutkan, mengenai bilamana ada kendala listrik setiap masing-masing sekolah sudah memiliki cadangan genset sendiri. Sudah dipersiapkan minimal ada dua genset dan sebelumnya sudah koordinasi terlebih dahulu dengan PLN, berlangsungnya UN selama empat hari jangan dulu ada pemadaman secara mendadak.

Kendati demikian, pihaknya merasa khawatir terkait maraknya kendala pelaksanaan UNBK yang kerap mewarnai pelaksanaan UNBK di sejumlah wilayah Tanah Air. "Begitu pun dengan sistem internet dan hal lainnya, segala sesuatu sudah dipersiapkan. Berharap, jangan sampai ada kendala atau permasalahan apapun juga dan semua siswa bisa mengerjakan UN dengan baik dan lancar," sambung Ida.

Wakil Ketua MKKS SMK Kabupaten Cianjur, Toto Suharya menambahkan, pelaksanaan UN lancar dan tidak ada hambatan apapun juga. Mengenai ada hal kendala kecil itu soal teknis, masih bisa ditanggulangi secara baik penyelesaiannya. Terutama, mengenai UN melalui sistem UNBK 100 persen lancar dan sukses.

"Soal pemilihan pengawas UNBK di tahun 2017 saat ini, dipilih sekolah SMK masing-masing jaraknya dekat tidak berjauhan. Misalnya, pengawas pengambil salah satu guru di SMKN Cilaku 2 tukar silang dengan SMKN PP. Ini untuk menjaga hal atau kendala lainnya biar pelaksanaan UN tidak terganggu ada hambatan," tandasnya.

Sementara itu, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMK Tunas Harapan Bangsa Warungkondang berjalan lancar,(04/04). Pada hari kedua UNBK ini, 64 siwa siswi peserta mengerjakan ujian Matematika.

Dari pantauan Radar Cianjur, para peserta ujian terlihat serius dan antusias mengerjakan soal-soal ujian menggunakan perangkat komputer. Para siswa juga tidak saling memandang ke sebelah, dan terlihat sangat fokus.

Wakil Kepala SMK Tunas Harapan Bangsa, Susan Septian mengatakan, dalam pelaksanaan UNBK Tersebut dibagi dalam tiga sesi dengan menggunakan satu ruangan, dengan menggunakan dua server. “Sesi satu ada 22 orang, sesi dua ada 22 orang dan sesi tiga ada 20 orang, dimana masing-masing sesi siswa diwajibkan menjawab soal dalam waktu 120 menit,” katanya.

Lanjut Susan, untuk hari kedua pelaksanaan UNBK di sekolah ini berjalan lancar dengan mata pelajaran yang diujikan adalah matematika. Sedangkan hari selanjutnya, Bahasa Inggris, dan teori kejuruan. “Kami berharap agar UNBK SMK yang berlangsung hingga Kamis 6 April bisa berjalan lancar tanpa hambatan seperti listrik padam maupun gangguan komputer,” pungkasnya. (dil)




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top