Korban Cuci Gudang


PERSIB melakukan perombakan besar menjelang musim kompetisi 2017 yang bergulir mulai 15 April dengan nama resmi Gojek Travelola Liga 1. Selain melepas 14 pemain, Maung Bandung merekrut sejumlah pemain baru, termasuk sejumlah pemain muda dari Diklat Persib atau Maung Ngora.

Total 14 pemain baru yang direkrut Maung Bandung musim ini, namun mayoritas pernah memperkuat Persib sebelumnya, yakni Dedi Kusnandar, Wildansyah, Shohei Matsunaga, Imam Arief Fadillah, Supardi Nasir, dan Achmad Jufriyanto, plus pemain muda dari Diklat Persib.

Pemain muda dari Diklat Persib yang memperkuat Persib Bandung musim ini adalah Gian Zola Nasrulloh, Ahmad Subagja Baashit, Agung Mulyadi, Henhen Herdiana, dan Angga Febriyanto.

Persib Bandung sempat mengontrak pemain asing asal Liberia, Erick Weeks Lewis. Eks pemain Madura United ini dikontrak selama Piala Presiden 2017. Kontrak Erick tidak diperpanjang karena penampilannya tidak memenuhi harapan.

Semula, Persib juga akan mengontrak striker asal Brasil, Patrick Dos Santos Cruz, dan temannya yang berposisi sebagai gelandang, Alex William Costa. Namun, Patrick lebih memilih bermain di Vietnam dan Alex tidak lolos seleksi.

Persib juga gagal mendatangkan pemain Brasil lainnya, Vitor Saba. Sang pemain tidak bisa ke Bandung karena alasan keluarga. Menjelang Piala Presiden 2017, Persib juga kedatangan tiga pemain asing, yakni Mirko Livaja (Kroasia), Willie Overtoom (Kamerun-Belanda), dan David Sebastian Loefquist (Swedia).

Belakangan ketiganya dicoret dan secara mengejutkan Persib Bandung merekrut eks bintang Chelsea, Michael Essien, yang diumumkan secara resmi tepat di hari ulang tahun ke-84 Persib Bandung 14 Maret 2017.

Setelah mendapatkan Essien, Persib juga merekrut eks Chelsea lainnya, Carlton Cole, sebagai pemain asing keempat yang dimiliki Persib Bandung setelah Vujovic, Matsunaga, dan Essien.

Setelah mengumumkan Cole sebagai pemain baru, Persib juga memastikan mendatangkan Raphael Maitimo sebagai rekrutan terakhirnya musim 2017.  Sejumlah pemain didepak jelang memasuki musim kompetisi 2017, beberapa di antaranya terhitung berstatus bintang kelas satu. (yaz/bol)

1. Zulham Zamrun
Zulham Zamrun akhirnya dilepas Persib Bandung. Kepastian itu disampaikan Manajer Persib, Umuh Muchtar, di sela-sela latihan Persib di Lapangan Sintentis Lodaya, Bandung, Rabu (4/1/2017).

Umuh Muchtar menjelaskan dilepasnya Zulham karena pemain yang mengenakan nomor punggung 54 selama di Persib itu sejak awal tidak memberikan penegasan kembali gabung ke tim Maung Bandung atau tidak. Pelatih Djadjang Nurdjaman kemudian terpaksa mencoretnya.

2. Robertino Pugliara
Keputusan Persib mendepak Robertino Pugliara tidak mengherankan. Sejak pertengahan musim Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, pelatih Maung Bandung, Djadjang Nurdjaman, melayangkan kritik terbuka pada gelandang serang asal Argentina tersebut.

Djanur menilai performa Robertino di bawah ekspektasinya. Sang mentor menginginkan seorang gelandang serang yang berfungsi sebagai playmaker murni, yang jadi pembagi bola ke sektor depan.

3. Samsul Arif
Samsul Arif diboyong Persib Bandung dari Arema Cronus dengan harapan besar sang pemain bisa jadi salah satu andalan menjebol gawang lawan. Sayang bomber asal Bojonegoro tersebut gagal memenuhi ekspetasi tersebut.

Sepanjang musim 2016 Samsul lebih sering jadi penghangat bangku cadangan. Djadjang Nurdjaman, pelatih Persib, lebih senang memainkan skema dengan mengandalkan seorang striker.

4. David Laly
David Laly adalah salah satu pemain bawaan Dejan Antonic dari klub Pelita Bandung Raya. Sejak awal kedatangannya ke Persib Bandung, ia kerap mendapat kritik dari bobotoh. Gelandang serbabisa asal Papua tersebut dianggap belum pantas membela Maung Bandung.

Benar saja, begitu Dejan Antonic lengser menjelang putaran pertama TSC 2016 berakhir, perlahan David kehilangan posisi inti.

5. Muhammad Taufiq

Keputusan manajemen Persib tidak memperpanjang kontrak M. Taufiq agak mengejutkan. Ia salah satu pemain pendatang yang awet di Maung Bandung.

Bergabung pada musim 2013, gelandang jangkar kelahiran Tarakan, 29 November 1986 tersebut jadi salah satu pemain kunci bagi Tim Pangeran Biru saat memenangi Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015. 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top