Neng Eem: Jalur Puncak II Mendesak Segera Direalisasikan

Komisi V DPR RI Tinjau Langsung Jalur Puncak II

ANGGOTA Komisi V DPR RI pantau langsung kondisi Jalur Puncak dua.

CIANJUR-Sebagai tindak lanjut dari kunjungan Komisi 3 DPRD dan Bappeda Kabupaten Cianjur pertengahan Februari lalu, Komisi V DPR RI mengadakan kunjungan kerja spesifik untuk meninjau 
secara langsung infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur, (6/4). Termasuk peninjauan lokasi jalur alternatif menuju kawasan Puncak, yang dikenal dengan Jalur Puncak II.

Turut serta dalam rombongan Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz dan 14 anggota Komisi V lainnya. Dari pihak Pemerintah hadir Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kemenpupera Ghani Gazali Akman dan Direktur Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Kemenhub. Selain melakukan peninjauan lapang, rombongan Komisi V juga mengadakan pertemuan dengan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dan sejumlah anggota Komisi III DPRD Cianjur.

Sebagai anggota DPR RI Fraksi PKB dari dapil Cianjur dan Bogor. Neng Eem akan maksimal memperjuangkan agar jalur Puncak II ini dapat segera terealisasi karena kemacetan yang kerap 
terjadi di jalur Puncak yang ada sekarang ini berdampak buruk pada perekonomian masyarakat di Cianjur.

Kemacetan mengakibatkan wisatawan yang seharusnya berkunjung dan beristirahat di kawasan Puncak menjadi enggan untuk datang karena kelelahan akibat macet. “Kemacetan telah mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan secara drastis dan dampaknya untuk ekonomi dan sosial masyarakat sangatlah buruk,” tegas Neng Eem.

Neng Eem juga menilai penyelesaian dengan segera jalur Puncak II sangat mendesak. "Hal ini penting untuk masyarakat di kawasan Puncak, penduduk Jakarta yang ingin berwisata ke Puncak," papar Neng Eem.

Harapan yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Cianjur dan Ketua Komisi V DPR RI, agar realisasi jalur Puncak II ini bisa segera dilaksanakan. Pembangunan jalan Jalur Puncak II akan 
menghubungkan Sentul Kabupaten Bogor dengan Cipanas Kabupaten Cianjur dengan panjang jalan lebih dari 50 km.

Pembangunan Jalur Puncak II dibagi dalam tiga tahapan. Pertama, ruas Babakanmadang-Sukamakmur-Jonggol sepanjang 28 km dengan lebar 30 m. Tahap kedua, ruas Sukamakmur-Cariu (Jalan Transyogi) dengan panjang 15 km. Tahap ketiga, ruas Sukamakmur-Cipanas sepanjang 10 km.

Pembangunan Jalur Puncak II diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan akan tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor dan Cianjur. Jalur ini juga akan menjadi jalur pendukung tol baru Bocimi yang menghubungkan Bogor-Ciawi-Sukabumi.

Pembangunan Jalur Puncak II sebagai jalur alternatif menuju ke kawasan pariwisata dirasakan sudah mendesak untuk segera diselesaikan. Jalur penghubung antara Kabupaten Bogor via Babakanmadang, Sukamakmur, Tanjungsari hingga ke Kota Bunga, Cipanas Cianjur itu menjadi penting mengingat kepadatan arus di Puncak makin kompleks.

Masyarakat sudah seringkali mengeluhkan bahwa kian hari jalur menuju ke Puncak mulai dari Ciawi hingga ke perkebunan Teh Gunung Mas mulai tidak terkendali. Pada hari-hari tertentu seperti Sabtu-Minggu, dipastikan mengalami kemacetan yang cukup parah. Sementara pemberlakuan buka tutup jalur oleh Polres Bogor dinilai kurang membantu.(jun)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top