Penculik Balita Dikeroyok di Masjid

Kebal, Warga yang Berdarah-darah

CIANJUR- Seorang bapak paruh baya, Abdul Majid (47) asal warga Kampung Panglayungan RT1/RW2, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Cianjur Selatan (Cisel) menjadi korban pengeroyokan masa.

Ia jadi bulan-bulanan warga saat hendak mau menjalankan ibadah salat magrib dengan menumpang di masjid daerah Nagreg, Bandung.

Informasi yang diterima Radar Cianjur, Minggu (2/4), setelah selesai salat, anak perempuan berusia tiga tahun menangis minta susu. Abdul pun hendak membuatkan susu dan berjalan keluar dari masjid.

Saat baru keluar beberapa meter, naas bagi Abdul justru ia diteriaki penculik anak, padahal itu anak kandungnya sendiri. "Tujuan saya itu, tadinya hendak mau pergi ke Garut mau nengok anak satunya lagi yang sudah berkeluarga. Kenapa jadi sial begini," aku Abdul melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Setelah dikeroyok dan ditahan di kantor RW setempat, selama dua hari. Dirinya berusaha menghubungi alamat yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) di Bandung. Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongkasih melalui kepala desa (kades) menerima laporan, bahwa ada salah satu warganya ditangkap.

"Kejadiannya itu, Rabu (29/3) malam. Ada informasi dituduh menculik anak, padahal putri kandungnya sendiri. Itu dijemput di ke-RW-an Nagreg, Bandung. Kita, berangkat bersama sekmat, untuk mengurus jemput secara baik-baik warga saya," jelas Kades Bojongkasih, Dadi Anwar Musaddad.

Babinsa Desa Bojongkasih, Serma Rahmat membenarkan, menurut pengakuannya itu baru beberapa meter dari masjid dia diteriakin culik. Terus masa membabibuta mengeroyok, masih untung tidak apa-apa alias tahan banting.

Mungkin, ia memiliki amalan ilmu kebal besi. "Saat kejadian dirinya tidak apa-apa, nah justru malahan yang berdarah-darah yang memukulinya," ujar Rahmat, kemarin.(mat) 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top