Server dan Internet Dominasi Pengaduan Hari Pertama Unas SMK 2017


JAKARTA - Ujian nasional (unas) SMK berjalan lancar kemarin (3/4). Memang ada beberapa masalah yang muncul di lapangan. Namun, level pengaduan masalah itu masih minor. Didominasi masalah server dan internet.
Secara keseluruhan, pengaduan yang masuk ke Kemendikbud mencapai 383. Pengaduan paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Barat yang mencapai 85. Kemudian disusul dari Jawa Tengah (55), Sumatera Utara (37), dan Jawa Timur (32). Jenis pengaduan yang mendominasi adalah masalah infrastruktur di tingkat sekolah dan pusat sejumlah 148 (38 persen).
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud Ari Santoso menjelaskan, masalah infrastruktur unas itu terkait dengan server, perangkat komputer, atau jaringan internet. "Seperti diketahui, tahun ini pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK, Red) bertambah cukup banyak," ujarnya.
Rekapitulasi Kemendikbud menyebutkan, secara keseluruhan unas untuk SMK tahun ini diikuti 1.327.246 siswa. Dari jumlah itu, 1.176.391 siswa (88,6 persen) menjalani UNBK.
Masalah dalam pelaksanaan UNBK kemarin antara lain muncul dari Makassar. Di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut, UNBK sempat tertunda 20 menit. Masalah itu muncul karena koneksi server di sekolah mengalami gangguan saat menyambung ke server panitia pusat di Jakarta. Diduga, penyebabnya adalah terjadinya lalu lintas akses yang cukup padat sehingga server kelebihan beban.
Masalah server juga dirasakan siswa peserta UNBK di Kota Batam. Informasi gangguan server tersebut dilaporkan terjadi di SMKN 1 Sagulung. Akibat gangguan itu, 22 peserta ujian dalam satu ruangan harus menunggu 15 menit sebelum server kembali terhubung.
Pelaksanaan UNBK di wilayah Sampit, Kalimantan Tengah, juga sempat terganggu karena masalah jaringan internet. Setelah dilakukan pengalihan jaringan internet yang ada di dalam sekolah, gangguan tersebut bisa ditangani.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mengatakan, problem akses 15 atau 20 menit tidak sampai mengganggu jadwal sesi berikutnya. Kemendikbud menetapkan jadwal UNBK sebanyak tiga kali sesi dalam sehari. "Waktu istirahat atau jeda antarsesi 60 menit. Jadi tidak sampai mengganggu sesi berikutnya," kata dia.
Nizam menerangkan, jeda antarsesi yang mencapai satu jam itu digunakan untuk persiapan oleh para proktor atau pengawas teknis UNBK. Jika proktornya cekatan, imbuh dia, cukup dibutuhkan waktu 30 menit untuk bisa menjalankan sesi UNBK berikutnya.
Di sela kegiatannya memantau unas di Kabupaten Wakatobi, Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa unas hari pertama, baik yang berbasis komputer maupun kertas, berjalan lancar. "Di Wakatobi ini 100 persen unas SMK menggunakan kertas. Alhamdulillah lancar dan tertib," katanya melalui pesan singkat.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menyatakan, unas adalah salah satu proses penilaian pendidikan. Siswa peserta ujian diharapkan mengerjakan soal unas dengan percaya diri dan jujur. Kemendikbud, tambah Muhadjir, memberikan apresiasi tinggi kepada daerah yang berkomitmen menjaga kejujuran dalam pelaksanaan unas.
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim menerangkan, dari jejaring IGI, masuk beberapa laporan masalah UNBK. Di antaranya, di Riau sempat terjadi mati lampu. Kemudian, sebagai warga Makassar, dia mengakui bahwa di daerah UNBK sempat terkendala jaringan server. "Tetapi, secara umum UNBK berjalan dengan lancar. Masalah itu kasuistik," ucapnya.
Menurut Ramli, UNBK memang efektif menekan potensi kecurangan. Untuk itu, dia menyayangkan mengapa persentase siswa yang mengerjakan unas berbasis komputer sekitar 88 persen. Jika memang kendalanya adalah infrastruktur komputer, seharusnya itu bisa diatasi. Caranya ialah menggunakan sumber daya bersama antara SMP, SMA, dan SMK. Misalnya, SMK yang tidak memiliki perangkat komputer bisa menumpang ke SMK lainnya. (wan/c9/ang) 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top