Tukang Ojek Tewas Mendadak




CIANJUR - Oleh (56) warga Kampung Cibuntu RT01 RW05 Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku meregang nyawa pada Selasa (4/4) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB di Blok C Pasar Induk Cianjur (PIC). Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek tersebut seketika tewas saat tengah menarik muatan belanjaan penumpang yang kebetulan masih satu kampung. Dugaan kuat, anggota klub PMOC yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi tersebut meninggal dunia akibat kena stroke.



Rekan Oleh sesama tukang ojek, Ayi Atori menuturkan, saat itu Oleh tengah menjalankan rutinitas kesehariannya. Saat hampir selesai mengangkut sejumlah barang belanjaan penumpang ke sepeda motornya, tiba-tiba Oleh tersungkur dan kejang-kejang hingga tak sadarkan diri. Sontak, warga yang melihat langsung menghampiri untuk memberikan pertolongan pertama. Nahas, nyawa Oleh saat itu tak dapat terselamatkan.



"Saat itu juga teman-teman datang. Polisi juga datang. Jenazah Oleh langsung dibawa ke rumahnya di Kampung Cibuntu. Setelah diperiksa, katanya Oleh meninggal karena stroke," kata Ayi kepada Radar Cianjur, kemarin.



Sambil diiringi rombongan PMOC, jenazah Oleh kemudian disemayamkan tak jauh dari kediamannya. Saat disambangi, pihak keluarga mengaku sangat terpukul atas kepergian Oleh yang sangat mendadak. Oleh meninggalkan istri, tiga anak, yakni Rika (27), Dede (25) dan Sumiati (17) serta dua cucu. Sang istri, Kimi (46) mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelumnya. Firasat justru dialami oleh putri sulung, Rika.



"Sudah tiga hari perasaan ga enak terus. Biasanya mau ke pasar atau ke Cipanas sama suami tidak apa-apa, tapi tiga hari itu rasanya tidak mau kemana-mana, hawanya ingin di rumah ini saja," aku Rika masih berlinang air mata.



Padahal, masih kata Rika, ayahnya yang sudah menjalani profesi tukang ojek sejak tahun 1980an itu tak pernah memaksakan diri untuk narik ojek saat kondisi tubuh tidak fit untuk bekerja. Meriang sedikit saja, Oleh mengurungkan niatnya untuk bekerja. Bukan hanya itu, Oleh juga terbilang disiplin memeriksakan kondisi tubuhnya ke dokter saat sakit. Obat yang dikonsumsi juga seringkali sesuai dengan resep dokter.



"Memang sekitar tahun 2014 lalu, bapak pernah dirawat di RSUD Cianjur selama seminggu akibat kena stroke ringan. Setelah itu, bapa rajin periksa ke dokter terdekat. Bapak juga sering konsumsi obat darah tinggi. Kalau kerasa, gak memaksakan buat ngojek. Meriang sedikit saja, bapa lebih memilih diam di rumah, istirahat," katanya lagi.



Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan PIC, Asep Kusmiadi mengaku cukup kaget setelah mendengar kabar ada ojek yang biasa mangkal di PIC tewas mendadak. Padahal, sebelumnya diketahui Oleh tidak pernah memperlihatkan tanda memiliki suatu penyakit, apalagi penyakit stroke. Setelah menerima kabar tersebut, Asep kemudian berembuk dengan sejumlah pengurus PMOC hingga aparat kepolisian untuk mengurus jenazah Oleh.



"Kami, atas nama pengurus PIC, tentunya ikut berbelasungkawa. Mudah-mudahan ini juga jadi pengingat untuk kita semua. Apalagi yang sehari-hari berpergian naik kendaraan, harus diperhatikan betul kondisi fisiknya," ungkap Asep.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top