Uang Kesehatan Rp3000/Bulan * Perangkat Desa Diduga Bekingi Ternak Ayam


CIBEBER-Kisruh buruh perusahaan 'Ternak Ayam' tuntut fasilitas kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan berbuntut panjang. Selain tuntutan BPJS, warga juga ikut menuding peternakan ayam dibekingi sejumlah oknum perangkat Desa Kanoman Kecamatan Cibeber.
Rahmat Lemos (38) salah seorang warga Kecamatan Cibeber mengatakan, dinas terkait harus terus mengawasi dan cek langsung ke beberapa lokasi ternak ayam. Pasalnya selain pihak perusahaan tak menggubris tuntan BPJS kesehatan buruh, juga keluhan minimnya kesejahteraan yang layak.
"Jujur saja kerja di ternak ayam itu rentan akan penyakit. Nah sudah jelas harus sesuai dengan kesejahteraan para buruh jangan sampai diabaikan oleh pihak perusahaan," tegas Rahmat, Senin (17/4).
Tuntutan buruh soal upah itu bisa secara bertahap, kemudian upah lembur juga harus sesuai, dan untuk uang kesehatan yang terlalu minim yakni hanya sekitar Rp3000 per bulan. Meskipun ada kalanya perusahaan memfasilitasi dokter bilamana ada karyawan sakit.
"Namun hal itu mana cukup. Karena sebagian besar warga setempat yang sudah bekerja hingga puluhan tahun dan upah yang didapat tak mengalami kenaikan," timpal Lemos panggilan akrabnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kanoman, A Rahmat TB menjelaskan, ada belasan perusahaan ternak ayam di wilayahnya. Diantaranya ternak ayam yang berlokasi di Kampung Babakan Garut satu kandang, Kampung Cipesing sekitar lima perusahaan ternak ayam, di Kampung Cipesing Bawah ada sekitar dua kandang ayam, lalu Kampung Lingka ada berapa ternak ayam.
"Justru pihak desa sama sekali tidak ikut campur soal tuntutan buruh, apalagi membekingi ternak, itu tidak ada hubungannya sama sekali. Malah kami bantu memperjuangkan tuntutan warga yang juga buruh pada pihak perusahaan," jelas Rahmat.
Pihaknya juga berjanji akan menyampaikan keluhan para buruh pada sejumlah perusahaan ternak ayam secepatnya. "Kami berharap bisa terealisasi secepatnya soal tuntutan itu," tambahnya.
Pemilik Perusahaan Ternak Ayam, Atat mengatakan, soal tuntutan layanan kesehatan buruh, selama ini setiap perusahaan ternak ayam sudah menyiapkan dua dokter bilamana ada karyawan yang sakit hingga sembuh. Meski begitu ke depan pihaknya akan mengusahakan semua karyawan terdaftar di BPJS kesehatan.
"Minimal bisa didaftarkan dan didata secara bertahap, sehingga fasilitas pelayanan kesehatan ada dan upah diusahakan akan naik secara berangsur," terang Atat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Yoni Raleda saat hendak dikonfirmasi masih belum bisa ditemui secara langsung. Melihat kesibukan luar jam kerja di lapangan, hanya ada beberapa pegawai saja ada di meja kerja kantornya, Senin (17/4).
"Mengenai konfirmasi itu jangan ke saya kang? langsung saja ke Kabid Tata Lingkungan DLH Kabupaten Cianjur, kebetulan sedang tidak ada lagi memperbaiki mobilnya di bengkel. Kalau bisa tunggu dan boleh konfirmasi lain waktu saja," jawab Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Kabupaten Cianjur, Evi Hidayah.(mat)
-----------


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top