Warga Bangun Penyebrangan Darurat * Pemprov Kebut Perbaikan Jembatan Cipamingkis


BANDUNG-Setelah ambruknya jembatan Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, warga kompak membuat jembatan darurat.
Jembatan tersebut hanya teebuat dari potongan bambu dan hanya bisa dilintasi orang dan sepeda motor saja. Jarak antara jembatan dengan permukaan sungai cukup dekat, kurang dari 1 meter. Para pengendar motor yang ingin melintas pun harus sabar bergantian.
Jembatan tersebut menghubungkan Desa Jonggol dan Bendungan menuju wilayah Kecamatan Cariu. Dengan adanya jembatan tersebut, warga bisa terbantu untuk beraktivitas tanpa harus memutar jauh.
Pasalnya, jembatan ini merupakan satu-satunya akses tercepat untuk melakukan berbagai aktivitas.
"Semula warga harus memutar melalui Cibarusah atau Sukamakmur dan memakan waktu hampir 90 menit, dengan adanya jembatan darurat membantu aktivitas warga," kata Heri.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau lokasi jembatan Cipamingkis Sabtu (15/4) kemarin. Jembatan ini ambles hingga hampir 1,5 meter. Jembatan yang merupakan jalan provinsi tersebut langsung ditangani Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR) Provinsi Jawa Barat. Pemprov pun mengalokasikan Rp 7 miliar untuk memperbaiki jembatan.
"Kebetulan di anggaran murni sudah stand by dana perbaikan jembatan Cipamingkis, sekitar Rp 7 Miliar jadi saya pikir tidak ada masalah, akan kita perbaiki segera," kata Kepala Dinas BMTR Jawa Barat Guntoro.
Guntoro mengatakan pihaknya langsung menangani perbaikan jembatan saat diketahui ambles pada Kamis (13/4) malam. Awalnya perbaikan akan dilakukan dengan membangun jembatan bailey. Namun, kata Guntoro, bentang jembatan yang cukup panjang tidak memungkinkan jika hanya dibangun bailey.
"Bentang jembatan mencapai 90 meter tentu terlalu panjang, jadi penanganan kita akan fokus pasa pilar dan girdernya," katanya.
Ia pun menargetkan perbaikan jembatan ini bisa tuntas dalam waktu tiga bulan. Dengan penanganan dan pengawasan intensif dari BMTR. Heryawan pun meminta Dinas BMTR dan Dishub agar upaya penanganan dapat segera dilakukan. Mengingat Jalan Jonggol tersebut saat ini sudah menjadi lebih dari sekadar jalur alternatif.
"Saya minta segera ditangani, perihal anggaran rasanya tidak ada masalah, saya pantau tim dari kemarin sudah intensif berada di lokasi," kata pria yang akrab disapa Aher.
Aher menuturkan penanganan jembatan Cipamingkis akan sama dengan jembatan Cisomang. Di mana penguatan pada pilar dan girder jika itu masih kuat, namun jika sudah tidak kuat maka akan dibuat baru pilar maupun girdernya.
Kepala Dishub Jawa Barat Dedi Taufik menyebutkan bahwa petugasnya sudah ditempatkan untuk membantu pengalihan arus lalu lintas sementara. Jembatan Cipamingkis saat ini dapat dilalui hanya untuk kendaraan kecil. Sementara untuk kendaraan besar, arus lalu lintas dari arah Cileungsi menuju Cariu/Cianjur dialihkan Cibucil-Cibarusah-Jagatamu-Cariu dan sebaliknya.
"Lalu lintas kendaraan besar sementara kami alihkan, memang akan berputar sedikit, rambu-rambu sudah kami pasang, untuk kendaraan kecil non bus bisa melewati Ciipamingkis," ujar Dedi.
Jembatan cipamingkis dibangun sejak 1985, beberapa hari lalu mengalami penurunan karena terjangan arus air yang besar. Kejadian yang sama di Jabar juga terjadi pada jembatan nasional di Pangandaran beberapa waktu lalu, penyebabnya sama yaitu desakan air akibat curah hujan tinggi.(rep)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top