Santri Harus Terlibat Dalam Pembangunan Negara


CIANJUR - Dewan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (Dema Stisnu) Kabupaten Cianjur untuk pertamakalinya menggelar Pesantren Ramadhan, dengan mengkaji ajaran islam secara khafah, di kompleks NU Cianjur, juma'at-minggu (1-4/05).

Ketua panitia Pesantren Ramadhan Dema Stisnu Hasbi mengatakan, kegiatan ini dilakukan dengan target peserta adalah santri-santri pesantren yang ada Cianjur.

"Kenapa kita mengabil peserta dari pesantren sebab yang kita lakukan adalah bukan mengkaji mengenai pelaksannaan ibadah saja, tetapi lebih memahami pemahaman islam ahlusunnah waljama'ah annahdliyah," ungkapnya.

Persiden Mahasiswa Stisnu, M. Ilham mengatakan, materi yang diberikan juga materi yang berkaitan dengan kesadaran bernegara ala santri.

"Selama ini santri dipandang sebelah mata, padahal keterlibatan santri dalam konteks berbangsa dan ber negara itu tidak terlepas bahkan sejak merebut kemerdekaan sampe sekarang ini," katanya.

Menurutnya santri juga harus terlibat dalam pembangunan negara, bahkan sekarang pun keterlibatan pembangunan sumberdaya manusia bisa dilakukan dengan terus mendorong santri agar berkonsentrasi kepada ilmu agama, dan mendorong akan kesadaran berpolitik dan bernegara bagi santri.

"Keterlibatan santri itu secara pengakuan negara sekarang sudah ada dengan adanya hari santri, tinggal kita menyadarkan dan memberikan dorongan kepada santri agar memahami politik bernegara yang baik, dengan mencerminkan islam rahmatan lilalamin," tegasnya. (Rc)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top